Bupati Kasmarni: Gedung Daerah Bengkalis Akan Dijadikan Mall Pelayanan Publik

oleh -134.090 views

PEKANBARU | Metrotempo.co – Bupati Bengkalis Kasmarni ikuti Rapat bersama Staf Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia di Ruang Rapat Balai Pauh Janggi, Senin (31/10/2022).

Adapun Staf Khusus Wakil Presiden yang hadir antara lain, Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Reformasi Birokrasi Mohammad Nasir, Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Infrastruktur dan Investasi Sukriansyah S. Latief, Staf Khusus Bidang Politik dan Hubungan Antar lembaga Robikin Emhas.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat H. Masrul Kasmy, dan diikuti oleh Bupati/Walikota se-Provinsi Riau.

Pembahasan yang didiskusikan antara Staf Khusus Wakil Presiden bersama Bupati/Walikota yakni tentang Reformasi Birokrasi dan Mall Pelayanan Publik.

Dikatakan Staf Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia Bidang Reformasi Birokrasi, sebagai pelayan masyarakat, Pemerintah dituntut untuk menciptakan inovasi yang memudahkan masyarakat dan tidak mempersulit masyarakat.

“Maka dari itu, saya menekankan kepada Pemerintah Daerah untuk segera membangun/membuat mal pelayanan publik yang bertujuan memudahkan masyarakat dalam segala aspek khususnya Administrasi Kependudukan,” ujar Mohammad Nasir.

Sementara itu, dihadapan Staf Khusus Wakil Presiden, Bupati Bengkalis mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Bengkalis saat ini sedang menggesa renovasi dan proses persiapan mal pelayanan publik.

“Jadi kami (Pemerintah Kabupaten Bengkalis) sedang mempersiapkan renovasi dan perbaikan Gedung Daerah yang berada di sebelah Lapangan Tugu Bengkalis. Nantinya, disana akan kita jadikan Mall Pelayanan Publik Kabupaten Bengkalis,” ujar Kasmarni.

Kepala Daerah Bengkalis juga menyampaikan kendala dalam pembuatan Mall Pelayanan Publik di Kabupaten Bengkalis. Salah satunya, keberadaan Kecamatan pada 3 pulau yang berbeda.

“Memang banyak kendala dalam pelaksanaan Mall Pelayanan Publik di Kabupaten Bengkalis, apalagi ada 11 Kecamatan yang terpisah pulaunya.

Terdapat 2 Kecamatan yakni Kecamatan Bengkalis dan Bantan di Pulau Bengkalis, Kecamatan Mandau, Bathin Solapan, Pinggir, Talang Muandau, Bukit Batu, Siak Kecil dan Bandar Laksamana yang berada di Pulau Sumatera, serta Kecamatan Rupat dan Rupat Utara di Pulau Rupat. Jadi masyarakat akan sulit untuk mengakses menuju pulau Bengkalis, ditambah harus menyeberang menggunakan kapal RoRo,” ujar Kasmarni.

Akan tetapi, sambung Kepala Daerah, Pemerintah Kabupaten Bengkalis saat ini membuat terobosan dalam mengatasi persoalan tersebut, seperti program Jebol Master, petugas yang jemput bola, datang ke rumah warga dalam mengurus administrasi kependudukan, ada juga layanan online RSUD di Duri, serta pengantaran Obat ke rumah warga.

“Jadi tujuan kita melaksanakan itu semua untuk kepentingan masyarakat, dan semoga program yang kami laksanakan ini juga bisa meningkatkan perolehan predikat Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dari B menjadi BB,” ucapnya.

Ikut mendampingi Bupati Bengkalis dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bengkalis Basuki Rakhmat, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bengkalis Ardiansyah, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Bengkalis Hendrik Dwi Yatmoko, Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Bengkalis Emilda Susanti, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Bengkalis Syafrizal. (Prokopim/ zulfan)

No More Posts Available.

No more pages to load.