Gara-Gara Kotoran Ternak Sapi, Kadus di Kampung Dayang Suri Dipecat, Berbeda Dengan Kampung Lainya

oleh -149.090 views

SIAK | Metrotempo.co – Disaat Pemerintah Kampung Dayang Suri, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak,Riau, melarang warga nya untuk tidak menernak sapi di pekarangan rumah hingga berdampak pemecatan kepada seorang Kepala Dusun yang tidak ada Peraturan Kampung (PERKAM) nya, justru berbanding terbalik dengan pemerintahan Kampung Jayapura, Temusai dan kampung lainnya yang saat ini memprogramkan beternak sapi sesuai dengan program Pemerintah Pusat, maupun pemerintah Daerah yang membawa berkah buat masyarakat. Salah satu contoh, seorang Penghulu Jayapura justru memelihara sapi sebanyak-banyaknya dipekarangan rumah guna untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bungaraya maupun masyarakat lainnya, baik untuk korban maupun untuk beternak.

“Alhamdulillah kalau dimasyarakat kami tidak jadi masalah mas, justru kalau bisa kita mendukung program pemerintah untuk meningkatkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Ketahanan Pangan khususnya beternak Sapi. Karena ini sangat membantu dan ini cara efektif untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui program ternak sapi, yang Alhamdulillah sudah diprogram kan oleh masing-masing Kampung yang ada di Kabupaten Siak, dan banyak yang sudah berhasil,” ungkap Penghulu Jayapura, Nurhadi Budiono kepada Awak Media, Minggu (07/01/2024).

Penghulu Jayapura juga mengharapkan, kalau bisa warganya beternak sapi, karena menurutnya, ternak sapi tidak butuh modal banyak untuk membeli pakannya dan bahkan Tai Sapi (Limbah Sapi) bisa dikelola jadi pupuk organik dan lain sebagainya yang sangat bermanfaat dan bisa dijual.

” Kalau bisa warga kami pelihara sapi semua, saya sarani satu rumah satu sapi atau One house one cow so that the residents prosper (satu rumah satu sapi agar warganya sejahtera). Jadi stok sapi untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten Siak bisa terpenuhi dan warga tidak payah-payah lagi untuk beli sapi dari luar daerah,” ungkapan.

Hal Sendana disampaikan warga Kampung Temusai yang akrap di panggil Pakde Kusairi, Ia mengaku bersyukur dengan bantuan ternak sapi dari pemerintah untuk dirinya, bahkan bantuan sapi yang ia terima gini sudah berkembang biak atau beranak.

“Alhamdulillah bantuan ternak sapi dari pemerintah Kampung Temusai kepada saya sudah beranak, dan ini merupakan program pemerintah yang sangat bermanfaat dan membantu kami masyarakat kurang mampu untuk meningkatkan ekonomi. Semoga program ternak sapi ini bisa terus dilanjutkan, karena sangat membantu ekonomi masyarakat yang kurang mampu yang saat ini belum bisa membeli sapi sendiri,”ungkapnya.

Ketika ditanya, kalau pelihara sapi tidak boleh dipekarangan rumah menurut bapak keberatan tidak? Ia mengaku keberatan, karena kalau tidak dipekarangan rumah mau dimana lagi,kalau diluar jauh sama rumah takut dicuri orang seperti yang sudah terjadi beberapa bulan yang lalu di Kabupaten Siak.

“Kalau ternaknya tidak dipekarangan rumah ya bahaya pak, kita tidak bisa kontrol atau mengawasi dan justru bisa memancing orang yang tak bertanggung jawab untuk mencurinya, kayak yang sudah terjadi di Kecamatan Sabak Auh atau Siak kemarin. Lagi pula saya hanya punya pekarangan ini terus mau dikemanakan kandangnya,” ungkapnya dengan penuh tanda tanya.

Sementara itu, Penghulu Kampung Temusai, Samsudin juga memberikan apresiasi kepada masyarakat nya yang selalu giat dan semangat dalam mengembangkan ternak sapi.

“Bantuan ternak sapi ini sangat bermanfaat buat masyarakat kami, dan Alhamdulillah dari beberapa warga kami yang mendapatkan bantuan ternak sapi sebagian sudah beranak. Semoga program pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan khususnya ternak sapi bisa terus ditingkatkan,” pungkasnya. (Masgin)

No More Posts Available.

No more pages to load.