Bawaslu Taja Rakor Pengawasan dan Sosialisasi Pemutakhiran Data Pemilih

oleh -45.090 views

BENGKALIS  |  METROTEMPO  Pelaksana harian (Plh) Bupati Bengkalis diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis Hj Umi Kalsum menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) pengawasan dan sosialisasi kepada stakeholder dalam rangka pelaksanaan coklit pemutakhiran data pemilih pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020, bertempat di Aula Bawaslu Kabupaten Bengkalis, Rabu (22/07/2020).

Rapat Koordinasi yang ditaja Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) ini dihadiri oleh Bati Pres Dim 0303 Bengkalis Pelda Erli, Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Bengkalis AKP Andrie Setiawan, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Bengkalis Immanuel Tarigan, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bengkalis Hermanto Baran, Kepala Disdukcapil Bengkalis H. Ismail, Komisioner Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Bengkalis Safroni dan Ketua LAMR Bengkalis Zainuddin Yusuf.

Disampaikan Ketua Bawaslu Bengkalis Mukhlasin bahwa Sosialisasi dan Rakor ini berkaitan terhadap tahapan pemutakhiran data daftar pemilih, sebagaimana semua tahapan dilakukan langsung baik dari pengawasan dan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data pemilih.

Perlu diketahui bersama bahwa coklit ini adalah proses menyandingkan data pemilih dari pemerintah penyelenggara pemilu dengan data real yang dimiliki masyarakat berupa KTP dan KK yang dilakukan secara door to door, jadi daftar pemilih ini disandingkan oleh petugas PDPP untuk memastikan apakah nama-nama daftar pemilih masih layak atau masih berlaku untuk dilanjutkan sebagai data daftar pemilih nantinya.

“Bawaslu Kabupaten Bengkalis dalam pelaksanaan tahapan ini akan memperjuangkan dan mengawal segala proses sehingga data yang ada saat ini menjadi daftar pemilih semakin valid dan bebas dari persoalan yang mungkin dipersoalkan oleh peserta pilkada nantinya,” jelas Mukhlasin.

Menanggapi hal tersebut Hj Umi Kalsum mengatakan bahwa selain dari para stakeholder, masyarakat juga perlu memahami dan memiliki kesadaran bahwa pentingnya terlibat dalam pemilukada ini, khususnya dalam penyusunan serta pemutakhiran data pemilih, karena data pemilih ini seringkali menjadi permasalahan awal dalam penyelenggaraan pilkada.

“Perlunya pelaksanaan pemutakhiran data ini dilakukan agar dapat memberikan masukan terhadap data pemilih sehingga nantinya data yang dihasilkan semakin valid, apabila masyarakat sebagai daftar pemilih pemilukada ini proaktif, itu akan menjadikan kualitas proses dan hasil pemilunya lebih baik, dan target persentase partisipasi masyarakat bisa naik dari pemilu sebelumnya, ” Ujar Umi seraya mengingatkan kepada petugas agar selalu memperhatikan protokol kesehatan selama menjalankan tugas. (Zulfan)