Sumut Larang Sekolah Buka, Pesantren Boleh Tatap Muka

oleh -118.090 views

MEDAN | METROTEMPO– Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumatera Utara melarang kegiatan belajar tatap muka di semua tingkatan sekolah. Penularan virus corona di Sumut masih tergolong tinggi sehingga berbahaya jika membuka kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Pendidikan salah satu kebutuhan penting anak, tetapi sekolah saat ini salah satu tempat yang berpotensi menyebarkan Covid-19. Banyak yang harus disiapkan untuk membuka kegiatan belajar mengajar di sekolah. Belum waktunya kegiatan belajar mengajar di sekolah dilaksanakan saat ini,” tegas Juru Bicara GTPP Covid-19 Sumut Whiko Irwan, Selasa (21/7).

Whiko mengatakan imbauan itu juga sudah ditegaskan melalui Surat Edaran Nomor 218/GTCOVID-19/VII/2020 tanggal 16 Juli 2020. GTPP Covid-19 Sumut meminta Bupati/Wali Kota serta sarana pendidikan di Sumut untuk tidak melakukan kegiatan belajar mengajar tatap muka.

“Sedangkan untuk sarana pendidikan agama seperti pesantren atau seminari berasrama yang tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka wajib menerapkan protokol kesehatan. Penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 harus dilakukan, baik di sarana pendidikan maupun di asrama,” jelas Whiko.

Whiko menambahkan, GTPP Covid-19 Sumut telah menguji total 17.950 spesimen Covid-19. Namun, seseorang yang terpapar Covid-19 bisa menjalani tes swab 1 kali hingga 6 kali selama berstatus suspek atau konfirmasi.

“Saat ini Sumut memiliki banyak laboratorium PCR untuk memproses spesimen swab yang diambil dari suspek atau penderita Covid-19. Semakin cepat kita lakukan proses pemeriksaan dan semakin besar kapasitas swab PCR, penderita Covid-19 akan cepat terdeteksi dan dapat segera dilakukan isolasi baik mandiri maupun rawat inap, sehingga penyebaran bisa terputus,” tambah Whiko.

Berdasarkan data yang diperoleh dari GTPP Covid-19 Sumut per 21 Juli 2020, kasus konfirmasi bertambah 42 menjadi 2.994 orang yang diisolasi. Kemudian suspek meningkat 21 atau menjadi 350 orang dan meninggal dunia bertambah 4 menjadi total 154 orang. Namun, tingkat kesembuhan juga cukup tinggi, bertambah 30 menjadi 798 orang.

“Karena itu, masyarakat harus tetap waspada karena pandemi Covid-19 belum selesai, namun kegiatan harus tetap berjalan. Tetap menggunakan masker pelindung hidung dan mulut, menjaga jarak interaksi 1-2 meter, sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menghindari kerumunan orang,” bebernya.(red)

No More Posts Available.

No more pages to load.