DPRD Minta Pemerintah Lakukan Langkah Komprehensif Terkait Penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Bengkalis

oleh -69.090 views

BENGKALIS | METROTEMPO –Lintas Komisi DPRD melakukan rapat kerja bersama Satgas Covid-19 Kabupaten Bengkalis dalam rangka penanganan dan penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Bengkalis, Selasa (20/04/2021).

Dalam pertemuan tersebut, Wakil ketua II Sofyan menanyakan sampai sejauh mana penanganan Covid-19 termasuk data pasien yang terpapar, upaya yang dilakukan selain vaksinasi, mengatasi kerumunan, dan langkah cepat dalam penanganan pencegahan Covid-19 serta mengiventarisasi pusat-pusat kerumunan yang mengidentifikasi terjadinya peningkatan kasus Covid-19.

Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Bengkalis, H. Bustami HY menjelaskan bahwa pada awal tahun 2021 kasus Covid-19 di Kabupaten Bengkalis terjadi penurunan signifikan namun pada awal Maret terjadi pelonjakan kasus.

“Kami telah melakukan upaya dalam mengatasi penurunan angka penularan ataupun yang terpapar dengan melibatkan seluruh Stakeholder, baik dari pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat maupun media cetak, online dan media elektronik dalam memberikan himbauan dan sosialisasi ke masyarakat terkait Covid-19. Dengan telah dikeluarkannya instruksi Bupati Bengkalis, maka akan ditindaklanjuti dan secepatnya dilakukan sosialisasi serta upaya lainnya ke masyarakat secara luas.”

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Alwizar menjelaskan bahwa dari data yang ada jumlah kasus Covid-19 di Kecamatan Bengkalis berjumlah 9 kasus namun data hari ini menunjukkan bahwa ada peningkatan yakni sebanyak 19 kasus.

“Sesuai surat edaran Dirjen kesehatan, kedepannya agar aparat yang bertugas di desa-desa melalui Babinsa, Babinkamtibmas, RT, RW maupun tokoh masyarakat serta kerjasama lintas sektoral lainnya untuk menjadi petugas covid-19 untuk memberikan sosialisasi bahaya Covid-19 serta dilakukan langkah-langkah konkrit lainnya sehingga dapat menekan penyebarluasan kasus covid-19 di kecamatan maupun di Kabupaten Bengkalis.”

Irmi Syakip Arsalan melihat kondisi yang terjadi saat ini sangat mengkhawatirkan. Hingga saat ini pemerintah seperti melakukan pembiaran dengan adanya kerumunan, ini terlihat pada saat sholat tarawih sangat sedikit yang menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan menjaga jarak.

“Kami berharap adanya perkembangan dan tindakan konkrit dari pemerintah dalam menekan penyebaran dan mengurangi tingkat penularan kasus Covid-19 dengan selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat mulai dari mencuci tangan, menggunakan masker serta menjaga jarak pada saat diluar.”

Ruby handoko alias Akok juga menyerukan kepada instansi pemerintahan, perkantoran khususnya para pegawai untuk selalu menggunakan masker, begitu juga dengan instansi atau perusahaan yang ada di kabupaten bengkalis.

H. Arianto menekankan kepada yang sifatnya permanen, seperti pasar yang para penjual maupun pembeli jarang menggunakan masker serta di tempat-tempat ibadah. Tentunya hal ini sangat menjadi perhatian serius pemerintah dengan bergerak cepat mengantisipasi penyebaran di lingkungan pasar, seperti adanya posko pengecekan suhu dan pengecekan apakah penjual maupun pembeli menggunakan masker.

“Pada kondisi saat ini sangat mengkhawatirkan, ini terbukti dari adanya 2 kasus positif pada Sabtu lalu namun pada hari Minggu ada penambahan 5 orang dan pada Selasa ada 1 orang positif yang datang untuk melakukan pengecekan di klinik saya, apalagi di tempat-tempat yang lain. Apa langkah-langkah yang di lakukan puskesmas yang ada di kecamatan bantan terkait apabila adanya pasien covid dan selanjutnya diarahkan kemana,” tambah Morison Bationg Sihite.

Sekda Bengkalis, H. Bustami HY terkait masukan dari para anggota dewan yang mewakili suara rakyat tentunya menjadi masukan dan melakukan tindakan sosialisasi ketat agar masyarakat mengetahui pentingnya protokol kesehatan selama masa pandemi dan satgas akan berupaya memberlakukan posko-posko di pusat kerumunan hingga diberlakukannya razia masker.[Rls/Z]