Bupati Bengkalis Tanan Pohon Mangrove Bersama Kagama dan Pegadaian Pekanbaru

oleh -155.090 views

BENGKALIS | Metrotempo.co – Bupati Bengkalis Kasmarni diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis Andris Warsono menghadiri Sekaligus menanam Pohon Mangrove yang di taja oleh Pengadaian dan Kagama Pekanbaru, bertempat di Tepian Laut Desa Teluk Papal Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis, Sabtu (5/11/2022) Pagi.

Mewakili Bupati, Andris menyambut baik dengan diselenggarakan kegiatan penanaman mangrove yang ditaja oleh Pegadaian dan Kagama Pekanbaru, mudah-mudahan melalui momentum ini dapat menimbulkan kecintaan masyarakat dalam menjaga lingkungan serta mencegah erosi, sebagai akibat pukulan ombak dan juga berperan dalam penambahan lahan pantai,  yang ada di Kabupaten Bengkalis, khususnya di Desa Papal ini.

Melalui kegiatan penanaman mangrove ini, mejadi langkah strategis kita semua dalam memberikan perhatian khusus pada lingkungan serta dapat mengoptimalkan hasil mangrove ini menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, harapnya.

“Kelompok-kelompok tani hutan dan masyarakat untuk dapat melaksanakan kegiatan padat karya percepatan rehabilitas mangrove Desa Teluk Papal khususnya, manfaatkan peluang emas ini. Dengan menanam, merawat dan menjaga mangrove yang ada disepanjang pesisir pantai laut kita,” pesan Andris.

Bukan itu saja sambung Andris, untuk kedepannya bagaimana mangrove bernilai ekonomis dari kayu dan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Sebab, mangrove dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan hidup penduduk, misalnya untuk kayu kabar, bangunan, arang, hingga untuk obat-obatan.

Rehabilitas hutan mangrove lanjut Andris adalah upaya mengembalikan fungsi hutan mangrove upaya mengalami degradasi, kepada kondisi dianggap baik, selain berfungsi sebagai stabilisator garis pantai, mangrove juga berfungsi ekologis yaitu sebagai habitat atau tempat hidup, berlindung, mencari makan, atau berkembang biak binatang laut dan fungsi ekologis, yaitu sebagai filter dari pengaruh laut, maupun dari darat. Adanya hutan mangrove dapat mencegah terjadinya intrusi air laut ke darat.

“Melalui kegiatan penanaman mangrove bersama, kehidupan masyarakat kita dan perekonomian di desa ini bisa terus berjalan dengan baik, mulus dan terarah. Dan yang tak kalah pentingnya, dengan kegiatan penanaman mangrove ini, kita juga bisa menjaga alam, lingkungan, ekosistem, mencegah erosi serta abrasi pantai yang saat ini sedang menjadi isu utama kita di Kabupaten Bengkalis,” harap Andris.

Walupun kondisi cuaca dalam kondisi gerimis dengan antusias masyarakat dan para kelompok tani acara penanaman mangrove di Desa Papal tersebut tetap berjalan dengan lancar.

Pada acara ini juga Pengadaian dan Kagama Pekanbaru mempersembahkan Fight The Planetary Collapse Indonesia Bangkit Bermartabat dan lestari.

Dengan ungkapan mangroveku riuh pantaiku gemuruh, seakan hilang terbang diterpa awan kehidupan nan keras, kicauan burung bisingnya ikan memudar entah kemana, tegap langkah nelayan menyusuri indahnya alam tak terdengarkan lagi, sayup sayup hilang terbawa badai keserakahan.

Tak tik tak kepiting meloncat kesana kemari seakan layu tak bergairah lagi, alamku hutanku sungaiku lautku kapan kau kembali lagi seperti dulu, memeluk erat tubuh sembab ini merengkuh berkahnya hidup menuju ridhonya hanya sepi, hanya mimpi, apalah arti. Tanpa hati yang kuat pasti melangkah untuk negeri.

Hadir pada Acara tersebut Kepala LHK Provinsi Riau Febrian Suwanda, Ketua Kagama Pekanbaru Soehandi, Pimpinan Wilayah Pengadaian diwakili Deputi Bisnis Pengadaian Naomi, Kepada Desa Teluk Papal Lakuning Ratno. (Prokopim/zulfan)

No More Posts Available.

No more pages to load.