Wabup Bagus Santoso Buka Seminar Kelompok Warga Peduli AIDS (WPA)

oleh -153.090 views

BENGKALIS | Metrotempo.co – Sebagai langkah nyata dalam upaya mempercepat pencegahan dan penanggulangan AIDS di Kabupaten Bengkalis, Wakil Bupati Bengkalis, Bagus Santoso secara resmi membuka seminar inisiasi pembentukan kelompok Warga Peduli AIDS (WPA) di Kabupaten Bengkalis, bertempat di Aula Pertemuan Gedung PKK, (9/10/2022) Rabu.

Seminar yang mengangat tema “Situasi Epidemi HIV dan AIDS di Kabupaten Bengkalis tersebut, dihadiri Sekretaris KPA Provinsi Riau, Dr. Sri Suryaningsih, M.Sc, Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Irawadi, SKM, Sekretaris KPA Kabupaten Bengkalis, Drs. H. Ismail Mahyuddin.

Wakil Bupati Bagus Santoso dalam sambutannya mengatakan bahwa upaya mempercepat pencegahan dan penanggulangan yang dilakukan oleh Pemerintah masih berputar pada persoalan pencegahan dan penanggulangan secara medis terhadap kasus HIV dan AIDS, namun kurang dalam melibat masyarakat.

Padahal masyarakat itu lanjut Bagus, berhak untuk mendapatkan dan menerima informasi yang benar tentang masalah seperti Narkoba Suntik, Infeksi Menular Seksual dan HIV dan AIDS, serta dari kehidupan sosial masyarakat itu sendiri juga sangat berpengaruh jalannya epidemi HIV dan AIDS.

Untuk itu, dirinya berharap sebagai upaya pendekatan akses informasi kepada masyarakat maka dibutuhkan keterlibatan masyarakat yang dianggap mampu, karena dimasyarakat itu ada tokoh berpengaruh yang bicara dan nasehatnya mau didengar oleh masyarakat.

Selain itu, sambung Bagus lagi, perlibatan kader masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan AIDS juga sangat perlu dilakukan.

“Saya minta dalam pelaksanaan kegiatan pencegahan dan penanggulangan AIDS nantinya, kader masyarakat ikut dilibatkan bersama stakeholder lainnya, salah satunya melalui wadah masyarakat peduli AIDS”, pintanya.

Dijelaskan lagi oleh Wabup, warga peduli AIDS adalah gerakan partisipasi masyarakat yang terdiri dari berbagai komponen masyarakat yang melakukan kegiatan secara aktif dan tersistem dalam melayani serta mengakses sistem layanan dan rujukan berkaitan dengan masalah HIV dan AIDS.

“Sebagai tugas utamanya adalah menggerakkan masyarakat untuk ikut serta terlibat secara langsung dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS, selain itu warga peduli AIDS dapat memposisikan masyarakat sebagai perumus dan pelaksana sekaligus membangun komitmen untuk peduli terhadap ODHA dan dapat mengurangi mereka yang termasuk populasi tinggi”, ujarnya.

“Dengan telah dibangunnya komitmen tersebut, kami yakin kita dapat mengorganisir masyarakat dan mengidentifikasi serta mendata persoalan khusus dengan populasi beresiko tinggi, narkoba, HIV dan AIDS selanjutnya mendiskusikan dengan masyarakat sehingga diperoleh kesamaan pandangan terhadap kondisi kesehatan masyarakat dengan isu HIV dan AIDS sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS di Kabupaten Bengkalis”, pungkas Wabub Bagus.

Turut hadir Organisasi Wanita Tingkat Kabupaten, Kalangan Perguruan Tinggi dan Pendamping ODHA. (Prokopim/zulfan)

No More Posts Available.

No more pages to load.