Pemerintah Desa Prapat Tunggal Serahkan Makanan Bergizi Pada Anak Penderita Stunting 

oleh -469.090 views

BENGKALIS | Metrotempo.co – Pemerintah Desa Prapat Tunggal telah menyerahkan bantuan bahan makanan bergizi kepada seluruh masyarakat yang memiliki anak penderita stunting, ibu hamil, dan anak balita. Penyerahan tersebut dilakukan pada hari Selasa (27/6/2023), di balai Desa Prapat Tunggal.

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, terdapat dua jenis intervensi gizi. Intervensi gizi spesifik, yang berfokus pada peningkatan gizi dan kesehatan, serta intervensi gizi sensitif, yang mendukung penurunan kecepatan stunting melalui penyediaan air bersih dan sanitasi.

IKLAN

Selain intervensi gizi, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam pencegahan dan penanganan stunting, antara lain penguatan kapasitas dan perilaku. Subjek dalam penguatan perilaku untuk penanganan stunting adalah remaja putri, remaja pria, calon pengantin, ibu hamil, dan ibu melahirkan.

Pencegahan dan penanganan stunting tidak dapat hanya mengandalkan intervensi gizi sensitif dan spesifik. Untuk memperkuat kapasitas dan perilaku, langkah pertama yang dilakukan adalah meningkatkan kesadaran tentang kesehatan keluarga. Keluarga perlu menyadari pentingnya memberikan imunisasi dasar lengkap pada anak untuk mencegah penyakit yang dapat menghambat pertumbuhan anak.

Selain itu, pernikahan dini juga perlu dicegah melalui bimbingan remaja dan bimbingan perkawinan bagi remaja putri maupun putra. Kolaborasi dari berbagai pihak diperlukan untuk memperkuat kapasitas perilaku pada keluarga dan remaja dalam mencegah stunting.

Peran Kepala Daerah, Gubernur, Bupati, Camat, Lurah/Kepala Desa, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat, organisasi agama, ulama, serta keluarga sangat penting dalam menguatkan kapasitas perilaku. Organisasi masyarakat dapat berperan dalam mengedukasi dan mensosialisasikan pentingnya konsumsi makanan bergizi dalam keluarga serta kesadaran akan pentingnya hidup sehat dan mencegah pernikahan dini. Sementara itu, organisasi agama dan ulama dapat berperan dalam mencegah perilaku berisiko yang berpotensi menyimpang.

“Kita perlu gotong-royong dan bersatu padu. Saat ini, aksi nyata hingga tingkat keluarga sangat diperlukan untuk mencegah stunting,” ujar sumber terkait.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan bahan makanan bergizi kepada ibu hamil, ibu yang menyusui, ibu yang memiliki anak stunting, dan ibu dengan anak balita oleh Pemerintah Desa Prapat Tunggal.

Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pendamping Desa, ketua PKK, serta orang tua beserta anak-anak stunting Desa Prapat Tunggal turut hadir dalam acara tersebut. Acara ditutup dengan mengambil foto bersama. RN.ZN

No More Posts Available.

No more pages to load.