Pandemi Covid-19 di Xinjiang Meluas ke Dua Kota

oleh -31.090 views
IKLAN

Xinjiang | METROTEMPO- China melaporkan pandemi virus corona di ibu kota Xianjiang, Urumqi kini telah menyebar hingga ke kota tetangga, Kashgar. Satu dari 17 kasus yang dikonfirmasi diketahui berasal dari sana.

Sementara sekitar 16 kasus berasal dari Urumqi. Sejak awal Juni sedikitnya 47 orang di Xianjiang telah terinfeksi virus corona.

IKLAN

Untuk menghalau penyebaran virus corona, pemerintah daerah Urumqi telah memberlakukan larangan bepergian dan melarang warga melakukan pertemuan sosial.

BACA JUGA  Sekda Bengkalis Hadiri Rapat Tindak Lanjut P3D

Komisi Kesehatan Nasional China pada Senin (20/7) melaporkan lima diantaranya merupakan kasus impor.

“Seluruh kota telah memasuki ‘masa perang’, dan akan menangguhkan semua jenis kegiatan kelompok,” kata seorang pejabat pada pertemuan itu, menurut laporan media pemerintah.

Munculnya kasus-kasus baru itu menggambarkan kesulitan yang dihadapi pemerintah China dalam memberantas penularan corona yang mulai muncul di pusat kota Wuhan akhir tahun lalu, menyusul di Beijing pada Juni lalu.

BACA JUGA  Satres Narkoba Polres Siak Berhasil Membekuk 3 Pria Yang Hendak Edarkan Narkoba

Xinjiang merupakan wilayah pegunungan dan gurun yang luas dengan penduduk yang sedikit dan memiliki dampak tidak signifikan saat pandemi corona menimpa Wuhan.

Xinjiang adalah salah satu daerah pertama yang mengizinkan siswa kembali ke sekolah pada akhir Maret setelah pihak berwenang menyatakan gelombang wabah Covid-19 berakhir.

Etnis Uighur dan Muslim Turki lainnya merupakan setengah dari populasi wilayah terpencil dan terkurung daratan tersebut.

BACA JUGA  Bupati Siak Alfedri wisudakan 45 santri PP-AMTI.

Banyak dari mereka mengeluhkan penindasan politik dan agama selama puluhan tahun oleh Partai Komunis China yang berkuasa, yang kemudian dibantah pemerintah.

Pemerintah China mengatakan sejauh ini telah menangkan 5.370 pelaku kejahatan terkait pandemi Covid-19 sejak Januari hingga Juni. Lebih dari 40 persen kejahatan merupakan penipuan, 15 persen berupa produksi dan penjualan barang palsu, mengganggu stabilitas umum, dan menjual spesies yang terancam punah.(red)