Terkesan tak Dukung Program Pemda, Kinerja Camat Dayun Novendra Dipertanyakan

oleh -85.090 views

SIAK | METROTEMPO –Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Siak Provinsi Riau, telah berkomitmen akan terus berupaya menggalakkan program-program unggulan demi kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.

Salahsatu program tersebut adalah penyaluran beasiswa mahasiswa berprestasi, bantuan kepada fakir miskin, bantuan kepada lansia, penyandang disabilitas, serta bantuan khusus kepada anak yatim.

Sebagaimana diketahui, pada tahun 2020 lalu Pemda Siak melalui instansi terkaitnya juga sudah menyalurkan program bantuan tersebut kepada masyarakat yang ada di seluruh kecamatan, termasuk bantuan sosial (Bansos) khusus anak yatim.

Terkait program Bansos khusus anak yatim itu, belakangan ini beredar kabar bahwasanya Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Dayun justeru merasa keberatan atas adanya program Bansos anak yatim tersebut. Bahkan, Camat Dayun Novendra Kasmara dikabarkan enggan untuk mencairkan dana Bansos anak yatim tersebut. Akibatnya, anak yatim yang ada di wilayah Kecamatan Dayun tidak bisa menikmati bantuan dari Pemda Siak.

Atas sikap Camat Dayun Novendra Kasmara yang terkesan enggan untuk mencairkan dana Bansos anak yatim itu, publik menjadi merasa heran dan bertanya-tanya, karena semestinya selaku pimpinan di tingkat kecamatan, harus ikut mendukung program-program yang dibuat oleh Pemda, bukan justeru malah bertolak belakang atau menghambat program yang akan digulirkan.

“Bukan penolakan bahasanya, tetapi tidak mencairkan bantuan anak yatim tahun 2020 untuk Kecamatan Dayun,” tulis Camat Novendra, saat menjawab konfirmasi dari salahsatu awak media.

“Untuk alasannya saya mohon maaf tidak dapat menjelaskan. Namun kami telah menyampaikan surat kepada pimpinan,” tulisnya lagi.

Menanggapi adanya keengganan Camat Dayun mencairkan dana Bansos anak yatim tahun 2020 itu, Asisten I Setdakab Siak L Budhi Yuwono akhirnya angkat bicara. Menurut Budhi, sangat disayangkan jika seorang camat bertolak belakang dengan program yang sudah direncanakan oleh Pemda. Apalagi program tersebut menyangkut hajat hidup anak yatim.

“Tentu kita sangat menyayangkan hal tersebut, mengingat ini merupakan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak, dan tentunya dibuatnya program tersebut sudah dengan segala pertimbangan. Adapun pihak kecamatan hanya diminta bantuannya untuk menyalurkannya dan mengusulkan nama-nama penerimanya. Kasian anak yatim jika camatnya tidak mau mencairkan dana Bansos untuk anak yatim tersebut,” papar Budhi Yuwono.

Tak hanya Asisten I Setdakab Siak yang menyoroti atas adanya pihak kecamatan yang enggan untuk mencairkan dana Bansos anak yatim tersebut, bahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Siak H Arfan Usman M.Pd, juga turut memberikan tanggapan atas sikap Camat Dayun Novendra Kasmara yang dinilai kurang mendukung terhadap program Pemda Siak.

“Iya, saya juga sangat menyayangkan atas sikap Camat Dayun yang tidak mencairkan dana Bansos anak yatim tahun 2020 itu, semestinya Pemerintah Kecamatan (Pemcam) mendukung dan saling bersinergi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam menjalankan program yang sudah dibuat, bukan malah menghambat atau bertolak belakang,” tegas Sekda Arfan Usman, Sabtu (02/01/2020) siang, kepada metrotempo.co

Lebih lanjut Sekda Arfan mengatakan, semua pejabat yang sudah diamanahi tanggungjawab/tugas, harus bisa menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. Terlebih bagi para camat yang merupakan pimpinan tertinggi di tingkat kecamatan, tentu harus bisa memberikan pelayanan dan contoh yang baik kepada segenap masyarakat yang ada di wilayahnya.

“Jika memang ada pejabat yang tidak mau mendukung program Pemda, tentu kinerjanya perlu dipertanyakan. Termasuk kinerja Camat Dayun itu,” tutup Sekda.

Sebagaimana diketahui, pada tahun 2020 lalu Pemda Siak melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menyalurkan program Bansos untuk anak yatim yang ada di setiap kecamatan. Namun, dari 14 kecamatan se-Kabupaten Siak, hanya Kecamatan Dayun yang enggan untuk mencairkan dana Bansos anak yatim tersebut.

Laporan: Miswanto/Datok