DPRD Koordinasi Tindak Lanjut FGD Kabupaten Bengkalis

oleh -192.090 views

BENGKALIS|METROTEMPO-DPRD Kabupaten Bengkalis melanjutkan rapat lintas komisi bersama Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bengkalis, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Bengkalis, (24/01/2022).

Rapat Koordinasi dipimpin Ketua Komisi III H. Adri turut hadir Wakil Ketua Komisi I H. Arianto, Sekretaris Komisi I Nanang Haryanto, anggota komisi I Al Azmi, Ketua Komisi II Ruby Handoko alias Akok, anggota komisi II Hendri, anggota Komisi III H. Asmara.

Rapat koordinasi yang dilaksanakan di ruang Paripurna merupakan tindak lanjut dari Forum Pembagunan Ekonomi Daerah (FGD) Kabupaten Bengkalis pada Bulan November Tahun 2021 yang lalu dilakukan di Hotel Surya Duri.

“Diskusi yang dilakukan pada Bulan November Tahun 2021 dari sektor pertanian menggagaskan untuk mengembangkan ubi bisa menjadi tapioka. Dalam hal ini perusahaan Indah Kiat, RAPP siap menampung jadi kita tinggal mencocokkan saja bibit mana yang harus disiapkan agar perusahaan menampung ubi dari kita. pada intinya harus betul-betul serius dalam melakukan ini,” ucap H. Adri.

Lanjut H. Adri Dinas Pertanian perlu mengkaji lebih serius MoU antara BUMD dengan Indah Kiat, dengan harapan bisa terbentuk tim yang bisa mengkoordinir sehingga DPRD bisa mendukung dari segi anggaran. DPRD Kabupaten Bengkalis sangat mendukung apabila bisa terlaksana dengan baik oleh Dinas Perikanan dan ubi menjadi tapioka ini berkembang nantinya dan limbah dari ubi bisa jadi pakan.

Selain itu Hendri selaku anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bengkalis melanjutkan terkait Eks Profit Caltex yang berada di Duri sudah banyak, ia menyarankan agar Pemda menyurati bagaimana sebagian lahan mereka bisa digunakan untuk bangunan kantor Pemda dan sebagai lokasi lahan penanaman Ubi, jadi lahan Caltex tersebut bisa digunakan sebagai pinjam pakai secara resmi.

Sementara itu Al Azmi meminta pihak Pemda dapat menyiapkan database perusahaan sehingga dengan adanya data wacana penanaman ubi kayu bisa dibantu perusahaan dan kajiannya tidak perlu terlalu lama.

H.Arianto menambahkan, ubi merupakan salah satu potensi yang ada di Bathin Solapan dan Pinggir, ubi juga merupakan tanaman yang sangat mudah tumbuh jadi penelitiannya jangan terlalu detil.”

“Dalam hal ini saya sangat setuju untuk dikembangkan karena ini salah satu peluang mengurangi pengangguran dan kemiskinan tinggal bagaimana cara bisa mengatur sebaik mungkin pola penanamannya,” ucapnya.

Ketua Komisi II Ruby Handoko alias Akok mengatakan untuk penelitian ini kita serahkan saja ke Balitbang, karena di Balitbang sudah ada anggarannya.

Disamping itu Dinas terkait yang di undang pada rapat sangat mendukung untuk mengembangkan ubi menjadi tapioka dan terkait Indah Kiat dan RAPP akan mensuplai ubi, juga mensupport serta memberikan apresiasi sehingga bisa membantu masyarakat untuk dapat lebih. dikembangkan dalam pengolahan ubi.(humas sekwan/zulfan)

No More Posts Available.

No more pages to load.