Terjadi Pedangkalan dan Penyempitan Sungai, Masyarakat Minta di Normalisasi

oleh -939.090 views

BENGKALIS | Metrotempo.co – Sungai Bengkalis yang bermuara langsung ke laut sudah di titik yang sangat memprihatinkan, sudah terjadi penyempitan dan pendangkalan sehingga badan sungai penuh dengan lumpur dan tetumbuhan semak belukar. Pedangkalan sungai tersebut seperti yang terlihat di jalan utama antara Desa Senggoro dan Kelurahan Rimbas Sekampung, Selasa (202/6/2023).

Menurut salah seorang warga kelurahan Rimbas Sekampung, pak Budi ketika diwawancarai oleh para awak media, ia menyampaikan sudah puluhan tahun pedangkalan dan Penyempitan sungai Bengkalis ini terjadi.

IKLAN

“Setau saya sudah puluhan tahun sungai Bengkalis ini terjadi pendangkalan serta penyempitan yang dipenuhi lumpur dan rumput, namun belum ada tindakan yang dilakukan seperti normalisasi Sungai, pengerukan, dan pembersihan oleh pihak Pemda kabupaten Bengkalis”, ucap Budi.

“Pembangunan turap ini dilaksanakan pada zaman pak Syamsu Rizal masih menjabat sebagai Bupati Bengkalis, lebar Sungai ini pada waktu itu lebih kurang 30 m, bukan hanya sampan saja yang dapat lewat di sungai ini, kapal pompong para nelayan juga dapat lewat dan parkir di sepanjang sungai ini”, ungkap Budi.

Menurut Budi kemungkinan ketebalan lumpur sekitar 3 sampai 4 meter, dan lebar sungai paling ada cuma tinggal 5 meter.

“Yang paling mengkuatirkan pada waktu musim hujan dan musim pasang, apa lagi kejadiannya malam hari. Banyak rumah warga yang terendam banjir dan perabotan rumah tangga banyak menjadi rusak akibat terendam banjir, yang paling parah daerah pesisir seperti di jalan Cik mas Ayu, kalau sudah musim hujan dan musim pasang alamat lah warga pada berenang”, tambah Budi.

Budi berharap kepada Pemkab Bengkalis melalui Dinas terkait agar cepat melakukan tindakan pembersihan dan Normalisasi Sungai.

“Kami minta kepada Pemkab Bengkalis untuk di normalisasi serta pengerukan dan pembersihan untuk sungai Bengkalis ini, kalau tidak kepada pemkab Bengkalis kepada siapa lagi kami menyampaikannya, tutup Budi.

Selain pak Budi, salah seorang warga yang enggan ditulis namanya, juga mengeluhkan pedangkalan dan penyempitan sungai Bengkalis, karena kuwatir membawa bencana bagi masyarakat sekitar.

“Dahulunya sungai ini menjadi akses masyarakat untuk bernelayan, tetapi karena terjadi kedangkalan dan penyempitan pada sungai ini, tidak ada lagi aktifitas masyarakat. Saya berharap kepada ibu Bupati Kasmarni ada perhatiannya”, harapnya. (ZN)

No More Posts Available.

No more pages to load.