SIAK |metrotempo.co – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau Indonesia (UNRIDA) Kabupaten Siak kelompok 3 menghidupkan kembali Pojok Baca Perpustakaan Kampung Buantan Besar, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau. Minggu 13 September 2026.
Melalui gerakan literasi, mahasiswa Kukerta UNRIDA Siak menghidupkan kembali Pojok Baca di Kantor Kampung Buantan Besar. Dengan membersihkan halaman dan perpustakaan yang sebelumnya berdebu dan kusam, menata kembali buku-buku, hingga mengajak anak-anak Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama datang untuk membaca buku.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari konsep “Kukerta Berdampak”, dengan menjadikan literasi sebagai salah satu fokus kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan anak-anak di kampung.
Pada hari Minggu saat libur sekolah, belasan anak dari tingkat SD dan SMP bersama mahasiswa Kukerta UNRIDA Siak menghabiskan waktu dengan membaca buku yang tersedia di Pojok Baca.
Anak-anak tidak hanya membuka dan membaca buku, mahasiswa Kukerta juga memberikan pemahaman mengenai cara membaca yang baik serta pentingnya menjadikan membaca sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Kukerta UNRIDA Siak, Hendra, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan minat baca sekaligus mengajak anak-anak memanfaatkan fasilitas perpustakaan yang ada di kampung.
“Kami ingin mengajak anak-anak mengisi waktu libur dengan kegiatan yang positif. Salah satunya dengan membaca buku. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini,” ujarnya.
Pojok Baca sendiri merupakan satu-satunya fasilitas perpustakaan yang ada di kantor Kampung Buantan Besar. Namun, kondisi perpustakaan tersebut sebelumnya berdebu dan kondisi ruangan yang kusam membuat keberadaannya kurang menarik perhatian anak-anak.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kukerta UNRIDA Siak mengambil langkah sederhana namun berdampak. Pojok Baca dibersihkan, buku-buku ditata kembali dan lingkungan perpustakaan dibuat lebih rapi.
Mahasiswa juga memasang plang agar keberadaan perpustakaan tersebut lebih mudah dikenali masyarakat.
Setelah dibersihkan dan ditata, mahasiswa kemudian tidak membiarkan ruangan tersebut kembali sepi. Anak-anak SD dan SMP diajak langsung datang dan membaca buku.
Bagi mahasiswa Kukerta UNRIDA Siak, kegiatan tersebut bukan hanya tentang membersihkan sebuah ruangan. Lebih dari itu, mereka ingin mengembalikan fungsi Pojok Baca sebagai ruang belajar, tempat anak-anak mendapatkan pengetahuan dan membangun kebiasaan membaca.
“Harapan kami Pojok Baca ini bisa terus dimanfaatkan, bukan hanya selama kami melaksanakan Kukerta. Setelah kami selesai, mudah-mudahan anak-anak tetap datang membaca dan masyarakat bersama-sama menjaga fasilitas ini,” katanya.
Gerakan sederhana tersebut menjadi salah satu wujud Kukerta Berdampak yang diusung mahasiswa UNRIDA Siak. Sebab, keberhasilan Kukerta bukan hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilakukan, tetapi dari seberapa jauh kegiatan tersebut meninggalkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat setelah mahasiswa kembali ke kampus.
Pojok Baca Kampung Buantan Besar diharapkan kembali menjadi ruang yang hidup. Tempat anak-anak datang, membuka buku, membaca, belajar dan perlahan membangun kebiasaan mencintai ilmu pengetahuan.





