Bangun Sarana Irigasi, Upaya Pemkab Siak Dukung Ketahanan Pangan

oleh -133.090 views

SIAK  |  METROTEMPO Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Permukiman (PU Tarukim) membangun irigasi persawahan di Dusun Lestari II Kampung Pencing Bekulo, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau.

Pembangunan ini dilakukan untuk meningkatkan produksi hasil pertanian yang pada akhirnya menunjang ketahanan pangan.  Terlebih dimasa pandemi Covid-19 yang masih melanda dunia, termasuk Indonesia dan Kabupaten Siak khususnya. Sehingga upaya untuk meningkatkan produksi pertanian harus dilakukan.

“Meski saat ini kondisi sedang pandemi Covid-19, semangat membangun harus tetap ada.  Bencana nonalam yang terjadi saat ini jangan sampai membuat kita lesu untuk membangun,” ujar Bupati Siak Alfedri, Kamis (9/7/2020).

Rencannya, sambung Alfedri akan segera digarap lahan seluas 200 hektare, potensialnya 300 hektare. Ada permintaan masyarakat untuk pengembangan persawahan, yakni untuk irigasi. Lantara jika mengandalkan air sungai jadi sering banjir,” ungkap Bupati Siak, Alfedri ketika meninjau lokasi.

Dengan sistem pasang surut tersebut, tahun ini sawah di daerah tersebut tidak menghasilkan karena banjir. Saat ini baru terkelola 40 ha dengan hasil 4 ton per hektare, pada 2 tahun panen 2018 dan 2019.

Sementara, Kepala Dinas PU Tarukim Siak, Irving Kahar menyampaikan, kalau pihaknya akan melakukan survei. Menurutnya perlu dibangun daerah pengairan baru, karena tidak memungkinkan mengandalkan air Sungai Mandau dan Belutu.

“Nanti tentu ada bangunan pintu pengatur air, pintu clap, tanggul banjir, jaringan primer, sekunder, dan tersier, perlu juga bangunan pembagi. Ini kita usahakan melalui alokasi dana khusus anggaran pendapatan belanja daerah Siak 2021,” ujarnya.

Penghulu Kampung Pencing Bekulo, Eka Indrawan Sinaga mengatakan pengelolaan persawahan tersebut adalah kelompok tani dari masyarakat. Ada dua kelompok tani yang sudah mengelola 40 ha areal tersebut, dengan anggota sekitar 22 hingga 25 orang.

“Disini potensinya 300 ha, diharapkan ini meliputi 300 kepala keluarga, dengan rincian 1 KK satu hektare.  Sementara jumlah penduduknya ada sekitar 800 KK, jadi diharapkan bisa memberikan lapangan kerja dan mendukung ketahanan pangan, terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini,” terangnya. [Abb]

No More Posts Available.

No more pages to load.