Rumah Singgah Kesehatan Gratis untuk Pasien Kurang Mampu di RSUD Siak Mulai Dibangun

oleh -2.090 views
Penulis : BB

SIAK |metrotempo.co – Pemerintah Kabupaten Siak mulai merealisasikan pembangunan Rumah Singgah Kesehatan gratis bagi pasien dan keluarga pasien kurang mampu yang menjalani pengobatan di RSUD Tengku Rafi’an Siak.

Program sosial tersebut diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat dari daerah jauh yang selama ini kesulitan mencari tempat menginap saat mendampingi anggota keluarganya berobat.

Pembangunan rumah singgah ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Siak Afni Zulkifli didampingi Wakil Bupati Siak Syamsurizal dalam rangkaian peluncuran Bulan Wakaf Nasional di halaman Graha Baznas Kabupaten Siak, Rabu 24 Juni 2026.

Keberadaan rumah singgah ini menjadi salah satu program prioritas yang lahir dari aspirasi masyarakat. Selama ini banyak keluarga pasien, terutama dari kalangan kurang mampu dan berasal dari kecamatan yang jauh, harus mengeluarkan biaya tambahan untuk tempat tinggal selama menjalani proses pengobatan di ibu kota kabupaten.

Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan, dirinya kerap menerima keluhan masyarakat terkait sulitnya memperoleh tempat menginap yang layak dan terjangkau saat mendampingi anggota keluarga yang dirawat di rumah sakit.

“Selama ini banyak masyarakat yang mengeluhkan sulitnya mencari tempat tinggal sementara ketika berobat ke Siak. Rumah singgah ini diharapkan benar-benar bisa dimanfaatkan oleh pasien dan keluarga pasien yang kurang mampu dan berasal dari daerah yang jauh,” kata Afni.

Menurutnya, pembangunan rumah singgah menjadi bukti bahwa wakaf tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menilai keberhasilan pembangunan daerah membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kehadiran Baznas, BWI, dunia usaha, organisasi dan masyarakat menjadi kekuatan besar untuk menghadirkan program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Afni juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat budaya wakaf dan gotong royong sebagai bagian dari upaya membangun kesejahteraan sosial di Kabupaten Siak.

Sementara itu, Wakil Bupati Siak yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Siak, Syamsurizal menjelaskan rumah singgah akan dibangun di atas lahan milik Baznas dan diperuntukkan khusus bagi pasien serta keluarga pasien yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama menjalani pengobatan.

Rumah singgah tersebut direncanakan memiliki sekitar 10 kamar dengan total kebutuhan anggaran mencapai Rp1,2 miliar. Hingga saat ini dana wakaf yang telah terkumpul mencapai lebih dari Rp100 juta, termasuk kontribusi dari sejumlah perusahaan di Kabupaten Siak.

“Ini merupakan rumah singgah kesehatan pertama yang kita bangun. Nantinya fasilitas ini dapat digunakan secara gratis oleh pasien dan keluarga pasien yang benar-benar membutuhkan. Kita ingin masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi tidak lagi terbebani biaya tempat tinggal selama proses pengobatan,” kata Syamsurizal.

Dengan dukungan berbagai pihak, pembangunan rumah singgah kesehatan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu tahun.

Selain peletakan batu pertama pembangunan rumah singgah, kegiatan Wakaf Nasional juga diisi dengan penandatanganan komitmen bersama penguatan gerakan wakaf, penyerahan sertifikat tanah wakaf, serta pemberian santunan kepada 10 anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat. (INFOTORIAL PEMKAB SIAK)

No More Posts Available.

No more pages to load.