BENGKALIS | Metrotempo.co – Kejadian di Pesantren An Nur Lubuk Muda, Riau, Johari (54), diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), merusak fasilitas sekolah. Warga Desa yang sedang melaksanakan salat subuh di mesjid merasa terganggu oleh suara keras yang berasal dari Johari yang berada di jalan lintas dekat mesjid, Jum’at lalu (14/7/2023).
“ODGJ ini membuat kehebohan di lingkungan sekitar dengan membawa besi sambil bersuara keras,” ujar seorang warga yang melihat kejadian tersebut. Johari, yang berasal dari Desa Pakning Kecamatan Bukit Batu, Bengkalis, sudah meresahkan warga sekitar.
Ustad Moh. Irfan, Kepala Sekolah Pendidikan Islam An Nur Lubuk Muda, ketika dikonfirmasi oleh media ini, menjelaskan bahwa penjaga Sekolah dan warga sekitar melihat Johari sekitar jam 02.30 WIB di lokasi kejadian. Terduga ODGJ ini mengeluarkan suara-suara keras seperti orang yang sedang mengamuk. Warga yang sedang melaksanakan salat subuh terkejut dengan kejadian tersebut. Johari membuka pagar sekolah dan menumbangkan tiang tenda di sekitar lapangan sekolah yang berdekatan dengan mesjid. Tiang tenda tersebut digunakan oleh terduga ODGJ untuk menghancurkan kaca-kaca sekolah, serta merusak lemari sepatu, tong sampah, dan lain sebagainya.
“Setiap saat pagar sekolah selalu tertutup, namun tidak digembok. Tepat saat kejadian, anak-anak Sekolah yang berada di dalam ingin melaksanakan salat subuh, sehingga gerbang tidak digembok. Alhamdulillah, pesantren sedang libur sehingga kejadian ini tidak berdampak pada anak-anak didik lainnya,” ujar Ustadz Irfan.
Setelah mengetahui adanya ODGJ yang merusak fasilitas Sekolah, warga yang berada di Mesjid berusaha mengamankan pelaku dengan hati-hati. Johari, yang masih memegang besi yang digunakan untuk menghancurkan kaca sekolah, berdiri di tengah jalan dan menghalangi orang-orang yang melintas. Masyarakat keluar dari mesjid dan bersama-sama mengamankan pelaku yang meresahkan tersebut. Awalnya, masyarakat merasa takut untuk mendekati Johari karena dia membawa besi, tetapi akhirnya dengan kerjasama dan melalui pintu belakang, seorang warga berhasil mendekati dan menahan Johari. Dengan bantuan warga lainnya, ODGJ ini dapat diamankan dan diserahkan ke pihak Polsek Siak Kecil. Johari saat ini diamankan di lapangan kantor camat Siak Kecil dengan diborgol oleh pihak kepolisian, sementara dia masih berteriak keras.
Ustadz Irfan menyampaikan kekecewaannya terhadap kejadian ini, “Dengan kejadian ini, kami dari pihak sekolah merasa sangat dirugikan. Fasilitas sekolah yang telah kami jaga dengan baik dan baru-baru ini dipasang, menjadi rusak akibat ulah ODGJ ini. Kami menyerahkan segala kerugian ini kepada pihak-pihak terkait, baik keluarga terduga ODGJ maupun Pemerintah Daerah.”
Kejadian ini telah menjadi perbincangan dan perhatian utama di Desa Lubuk Muda. Pihak sekolah dan masyarakat setempat berharap agar langkah-langkah yang tepat diambil untuk mengatasi peristiwa serupa di masa depan. (Tonagian)





