Sampah TPA Buantan Besar Disulap Jadi Pupuk Organik, DPRD Siak Sujarwo: Berpotensi Hasilkan Cuan dan Atasi Overload

oleh -32.090 views
Penulis : BB - Foto : Anggota DPRD Siak Sujarwo saat mengunjungi kelompok Bank Sampah Buantan Besar mengelola sampah TPA menjadi pupuk organik.

SIAK|metrotempo.co – Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buantan Besar, Kabupaten Siak, mulai disulap menjadi pupuk organik oleh kelompok bank sampah setempat. Inovasi tersebut mendapat perhatian dari Anggota DPRD Siak, Sujarwo, saat meninjau langsung proses pengolahan sampah di lokasi. Siak, Selasa 19 Mei 2026.

Menurut Sujarwo, pengolahan sampah organik oleh Bank Sampah Buantan Besar menjadi pupuk memiliki potensi besar untuk dikembangkan, bahkan mampu menjadi solusi mengatasi persoalan overload sampah di TPA Buantan Besar.

“Kalau saya melihat langsung di lokasi, yang mereka produksi ini sangat berpotensi berhasil dan bisa dikembangkan lebih besar lagi,” kata Sujarwo.

Ia menjelaskan, saat ini volume sampah yang masuk ke TPA Buantan Besar mencapai sekitar 20 ton per hari. Namun, kelompok pengelola baru mampu mengolah sekitar 5 ton sampah menjadi pupuk organik karena keterbatasan alat dan tempat produksi.

“Mereka masih terkendala tempat dan mesin yang lebih canggih. Kalau fasilitas itu terpenuhi, produksi bisa ditingkatkan dan sampah tidak lagi menumpuk overload,” ujarnya.

Politisi DPRD Siak itu menilai, pengembangan pengolahan sampah organik tersebut bukan hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpotensi menghasilkan keuntungan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

Ia mengaku telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Siak agar segera duduk bersama mencari solusi pengembangan program tersebut.

“Kita harus sikapi cepat karena potensinya bagus. Nanti akan dibicarakan bersama DLH apakah bisa dikembangkan melalui investor atau kerja sama dengan pemerintah dalam bentuk MoU seperti apa supaya program ini berhasil,” jelasnya.

“Ini bisa membuka peluang kerja juga bagi masyarakat,” tambahnya.

Sujarwo menyebut, saat ini kelompok pengelola bank sampah itu bahkan sudah mulai mendapat permintaan pupuk organik dalam jumlah besar.

“Informasinya mereka sudah mendapat pesanan sekitar 50 ton,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.